Setiap perkataan yang menjatuhkan tak lagi kudengar dengan sungguhJuga tutur kata yg mencela
Tak lagi kucerna dalam jiwa
Aku bukanlah seorang yang mengerti
Tentang kelihaian membaca hati
Ku hanya pemimpi kecil
Yang berangan 'tuk merubah nasibnya
O...
Bukankah ku pernah meilhat bintang
Selau menghasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Ku gerakkan langkah kaki
Dimana cinta akan bertumbuh
Kulayangkan jauh mata memandang
Tuk melanjutkan mimpi yg terputus
Masih ku coba mengejar rindu
Meski pelun membahasi tanah
Lelah penat tak menghalangiku
Menemukan bahagia
O...
Bukankah ku pernah melihat bintang
Selalu menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya...
O...
Bukankah kubisa melihat bintang
Selalu menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Bukankah hidup adalah perhentian
Kita harus kencang terus berlari
Kuhelakan nafas panjang
'Tuk siap berlari kembali
Berlari kembali
Melangkahkan kaki
Menuju cahaya
Bagai bintang yang bersinar
Menghibur yang lelah jiwanya
Bagai bintang yang berpijar
Menghibur yang sedih hatinya




pertama seperti yang sudah saya jelaskan diartikel,katakan pada dia kalau sikapnya tdk anda senangi,tapi kalau dia sudah mati rasa,dan kita sudah tidak sanggup menghadapinya,biasanya saya akan melakukan beberapa hal seperti dibawah ini :
- saya akan menggap dan menjadikan dia seperti orang lain (yang cuma kenal wajah atau berpapasan dijalan) maksudnya kalau situasi mengharuskan menyapa ya sapa saja pakai isyarat,mata atau wajah (bisa kan?)
- saat kelakuannya sudah diluar batas untuk ditolerir,untuk memberinya pelajaran,saya akan tatap saja mukanya saat bertemu tanpa menyapanya,saya pantengin saja,biarkan dia salah tingkah.
- kalau dia datang ke tempat kita/menemui kita,kalau urusannya ga penting,jangan dilayani,pokoknya sedikit “jaim” dech.biar dia tau anda berubah karena kelakuhannya.
point inti dari semua ini adalah “kesadaran” dia,bahwa tingkah laku buruknya sudah dicium dan mengakibatkan perubahan drastis pada temannya. dan tujuan akhirnya adalah keinsyafan dia. makanya niatilah untuk memberi dia peringatan atau inilah cara kita mengingatkan dia.
tapi kebanyakan, kita berpura-pura baik juga didepnnya,dibelakangnya sama saja ngomomngin keburujannya,terus apa bedanya? hanya soal siapa yag duluan saja.
secara pribadi saya tidak memakai cara-cara ini,saya lebih suka bersikap apa adanya,enaknya tak ada beban hati plong,tp jeleknya org jadi tau,bebrbeda dengan yang suka ewuh-pakewuh…..ndak enaklah……ndak ini …ndak itu….uung2nya sakit hati,parahnya lagi ya itu tadi sama2 menggunjing dibelakang.
mau pilih mana?
tips by : Em.yazid